STTNAS adakan Seminar Nasional Dalam Rangka Hari Jadi HMTP

09-05-18 kampus 0 comment

Pengembangan pariwisata di DIY juga butuh didukung oleh pengetahuan pengelolaan tata ruang. Oleh karena itu penting bagi mahasiswa mengetahui perkembangan pariwisata di DIY.

Dalam memfasilitasi hal tersebut Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Pengembangan Kepariwisataan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat yang juga untuk meramaikan hari jadi ke-11 Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Kota (HMTPWK). Seminar ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa STTNAS, tetapi juga untuk mahasiswa umum.

Dalam seminar tersebut, turut hadir Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata DIY Arya Nugrahadi sebagai pembicara. Arya mengatakan, DIY ditarget menjadi destinasi wisata ternama di ASEAN pada 2025.

“Kita masih punya waktu sekitar delapan tahun lagi. Maka pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus berkolaborasi menjadi satu sistem kuat yang bisa membangun pariwisata kita menjadi lebih baik,” kata Arya kepada 150 peserta seminar di Student Center STTNAS, Selasa (8/5/2018).

Ketua Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah Kota STTNAS Solikhah Retno Hidayati, S.T., M.T mengatakan perkembangan pariwisata di DIY akan berdampak pada pengadaan ruang dan aktivitas di dalamnya. “Jadi memang perlu dibahas penggunaan ruangnya (ruang kota). Pengembangan pariwisata dengan pemberdayaan masyarakat juga mahasiswa perlu tahu karena karakter pariwisata DIY itu mayoritas berbasis lokal,” kata Beliau.

Menurutnya, sesuai yang dikatakan Arya, penting bagi mahasiswa jurusan pariwisata dan perencanaan wilayah kota untuk mengetahui bagaimana cara memberdayakan masyarakat untuk kemajuan pariwisata. Sehingga dalam mindset mereka tertanam suatu pemahaman untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan diperlukan perbaikan dalam bidang sosial dan tidak melulu soal bantuan dana.

Kajur Teknik PWK mengatakan, dalam acara tersebut juga ditampilkan empat stan pameran hasil kuliah lapangan mahasiswa STTNAS ke kota-kota tematik. Pameran berupa maket dan poster penelitian diharap dapat memberi edukasi pada tamu umum yang datang ke seminar tersebut.

“Kalau stan ini bukan rangkaian HUT, ini terpisah, memang tujuannya menambah wawasan mahasiswa dari luar,” kata beliau.