Lulusan Vokasi STTNAS Harus Ciptakan Produk

30-01-16 kampus 0 comment

Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta (STTNAS) memiliki program vokasi. Mahasiswa program vokasi harus bisa menciptakan produk sebagai syarat kelulusan.

Hal itu diungkapkan Sigit Budihartono, Sekretaris Program Vokasi STTNAS saat berkunjung ke Harian Jogja, Jumat (29/1/2016). Rombongan terdiri dari dosen dan mahasiswa itu diterima oleh Wakil Pemimpin Perusahaan Harian Jogja, Lahyanto Nadie dan Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono.

Sigit menjelaskan, program vokasi sedianya sudah ada sejak tahun 1973 dengan nama Akademi Teknologi Nasional (ATNAS), namun sejak September 2015 dirubah menjadi program Vokasi STTNAS. Program ini memiliki dua Program Studi D-III yaitu Teknik Elektro dan Teknik Mesin.

“Kami sedang mempersiapkan program baru yakni Teknik Tenaga Listrik,” jelasnya.

Pada program vokasi, ia mengungkapkan mahasiswa harus menciptakan produk sebagai proyek akhir perkuliahan. Produk tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Instansinya juga telah menggandeng kerjasama dengan pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) untuk pemanfaatan alat tersebut.

Ia mencontohkan alat yang dirancang mahasiswa yakni oven untuk jamur yang bisa mempercepat memasak jamur dari yang biasanya lima jam, menjadi hanya dua jam.

Keunggulan lain lulusan program vokasi STTNAS adalah memiliki sertifikat profesi yang dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) STTNAS. Sertifikat ini menjadi pendamping ijazah yang akan memberi nilai lebih ketika lulusan tersebut mencari pekerjaan. Adapun LSP STTNAS selain memberikan sertifikasi pada mahasiswa STTNAS, juga terbuka bagi warga yang ingin mendapatkan sertifikasi profesi tertentu.

Salah satu dosen STTNAS, Ridayati berharap produk hasil rancangan mahasiswa STTNAS bisa dipublikasikan di media agar bisa lebih dikenal masyarakat. “Semakin luas penyebaran informasi, semoga semakin luas pula pemanfaatan alat tersebut,” katanya.

DSC_0106

DSC_0112

DSC_0116

DSC_0118

DSC_0122