Kuliah Tamu Dari Jerman di Program Vokasi STTNAS

30-04-18 kampus 0 comment

Pendidikan vokasi (sebelumnya dikenal dengan predikat program Diploma) STTNAS Yogyakarta dengan prodi Teknik Elektro dan Teknik Mesin bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi tenaga ahli/ profesional yang menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi maupun seni budaya sebagai upaya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, peradaban masyarakat dan juga sekaligus memperkaya kebudayaan nasional. Lulusan Program Vokasi STTNAS Teknik Elektro dan Teknik Mesin diarahkan untuk menguasai kemampuan dalam bidang kerja tertentu sehingga dapat langsung diserap sebagai tenaga kerja di industri/ swasta, lembaga pemerintahan atau berwiraswasta secara mandiri. Inti pengajaran pada program pendidikan vokasi lebih mengutamakan keterampilan dan keahlian dibandingkan dengan kuliah teori. Untuk mendukung Program vokasi tersebut, program Vokasi mengundang Pakar dari Jerman Mr Roman Ragus untuk meberikan pembekalan kepada Dosen dan Karyawan program Vokasi dengan materi Pengembangan Modul pembelajaran dan praktikum.  Modul Pembelajaran yang disampaikan berupa  Alat Peraga Elektrik dan Pneumatik tersebut sangat membantu bagi lulusan program Vokasi untuk dapat menyesuaikan kebutuhan di Industri dan perusahaan yang dimana banyak menggunakan sistem Elektrik dan pneumatik pada proses di industri.

Kurikulum Program Vokasi D3 Teknik Elektro dan Teknik Mesin STTNAS mengacu pada standart KKNI yang dalam prosesnya menekankan pada pengembangan praktek/terapan dibanding yang sifatnya teoritis. Kebutuhan akan kompetensi terapan yang langsung dapat memenuhi kebutuhan industri dilahirkan oleh lulusan pendidikan vokasi.. Peserta didik diberikan kemampuan yang dapat memberikan solusi dan pengembangan kreativitas berbasis potensi individu.

Lulusan Program Vokasi D3 Teknik Elektro dan Teknik Mesin selain mendapatkan Ijasah Ahli madya juga dibekali dengan sertifikasi Kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan perpanjangan tangan dari BNSP, setelah melalui proses verifikasi oleh BNSP sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasinal Indonesia (SKKNI) dan standard Mutual Recognice Agreement (M.R.A) yang telah digunakan di Negara-negara ASEAN.