BlueDark-VioletDarkEmeraldGoldenGrapefruitLight-BrownLimeMetallic-BlueOceanOliveOrangePinkRaspberrySky-BlueViolet

Teknik Sipil

Industri jasa konstruksi, bidang perencanaan dan pengawasan kualitas serta pelaksanaan, di Indonesia berkembang dengan pesat. Oleh karena itu Sumber Daya Manusia yang memiliki keahlian dibidang Teknik Sipil mutlak diperlukan.

Bertambahnya jumlah penduduk dunia menuntut adanya tambahan prasarana yang aman dan nyaman, baik itu berupa prasarana transportasi (jalan, jembatan, pelabuhan dan lapangan terbang), prasarana papan (bangunan gedung, kantor, perumahan dan industri), maupun bangunan air (bendungan, irigasi, sungai, rawa, perpipaan, dll). Untuk itu Sarjana Teknik Sipil sangat diperlukan. dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan suatu mega proyek misalnya, minimum 40% tenaga ahli yang menangani adalah Sarjana Teknik Sipil.

Demikian juga perkembangan kota yang semakin pesat, seiring dengan perkembangan jumlah penduduk yang bermukim di dalamnya, menuntut kota dan wilayah untuk tidak berkembang diluar kemampuan dan daya dukungnya. Pemanfaatan sumber daya alam diluar batas proporsional mengganggu keseimbangan ekosistem. Hal ini semakin parah dengan adanya alokasi berbagai unsur pembangunan yang tidak tepat, seperti lahan fasilitas umum dan sosial, perhubungan, pemukiman dan pemanfaatan sumber daya alam. Bertolak dari kenyataan tersebut maka jelas bahwa Sarjana Teknik Sipil mepunyai peran sangat besar.

Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan program sarjana di program studi ini adalah menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan untuk :

Merencanakan dan menangani bermacam-macam prasarana dan sarana konstruksi seperti jalan dan jembatan, bangunan bertingkat tinggi, bendungan, jaringan irigasi, bandar udara, dermaga, pelestarian pantai,PLTA, dll.

Program Pendidika

Program studi yang ada di Jurusan Teknik Sipil adalah Program Studi Teknik Sipil. Sedangkan jenjang pendidikan adalah strata 1 (Sarjana Teknik) dengan beban studi 148 sks dan diselenggarakan dalam waktu 8 (delapan) semester.

Supaya mahasiswa lebih paham tentang dunia teknik sipil di lapangan, mahasiswa diharuskan Kerja Praktek selama 2 bulan, mengikuti Kuliah Kesiapan Kerja (K3) dan Kewirausahaan.

Pada semester awal diberikan pengetahuan/ilmu dasar bidang sipil, sehingga mahasiswa mengetahui dan menguasai dasar-dasar yang diperlukan dalam bidang tersebut. Sedangkan untuk semester akhir, mahasiswa diharuskan membuat Tugas Akhir untuk mendalami bidang-bidang sesuai minat dan kemampuannya, antara lain:

Konsentrasi Sturktur, diarahkan pada perencanaan dan perhitungan/analisa struktur, perhitungan struktur beton dan struktur baja, analisis gempa, baik untuk gedung bertingkat maupun jembatan.

Konsentrasi Transportasi, diarahkan pada perncanaan dan analisis jalan raya dan jalan rel, lapangan terbang, sistem transportasi, rekayasa lalu lintas, teknik jalan dan konstruksi lapis perkerasan.

Konsentrasi Manajemen Konstruksi, diarahkan pada pengelolaan proyek yang tepat waktu dan biaya yang efisien.

Konsentrasi Hidro, diarahkan pada perencanaan daerah dan sistem irigasi, bendungan, pelabuhan, serta perencanaan drainase di kawasan perkotaan dan kaitannya dengan penyehatan lingkungan.

Fasilitas

Fasilitas yang disediakan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar antara lain

Laboratorium :

Fungsi laboratorium adalah sebagai :

  • Pelayanan fungsi internal dalam kaitannya dengan pelaksanaan tugas akademik program studi, khususnya dalam melayani pendidikan, pelatihan dan penelitian di lingkungan STTNAS.
  • Pelayanan fungsi eksternal dalam kaitannya dengan tugas akademik dan non akademik seperti menyediakan jasa pendidikan, penelitian dan proyek-proyek profesional.

Beberapa Laboratorium yang digunakan ialah :

Laboratorium Komputer :

Laboratorium komputer didukung oleh komputer (PC) yang terhubung dengan jaringan LAN dan jaringan internet, serta dilengkapi AC. Laboratorium ini dapat digunakan untuk kegiatan praktikum dan pelatihan, khususnya materi/bidang yang berkaitan dengan ilmu Sipil. Kegiatan praktikum yang diberikan antara lain Pemograman (Basic), Sistem Informasi Perencanaan dan Metode Analisis Perencanaan (baik kuantitatif maupun kualitatif).

Kegiatan pelatihan yang dilakukan antara lain :

Kursus SAP 2000 (Structure Analisis Program 2000), untuk analisis dan perancangan struktur beton ataupun baja.

Kursus Auto CAD (2 dimensi dan 3 dimensi), untuk memberikan keterampilan menggambar, khususnya untuk perencanaan dan perancangan) secara digital.

Perangkat keras yang dimiliki oleh Laboratorium Komputer adalah :

  • Personal Computer (50 buah) dengan spesifikasi Pentium IV, kapasitas Harddisk 23 GB.
  • Printer HP Laser Jet 6L dan Plotter Design Jet 350C.
  • Scanner dan CD Writer.

Perangkat lunak yang dimiliki disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan dan penelitian dalam bidang kajian Ilmu Sipil misalnya :

  • SAP 2000 (Structure Analisis Program 2000) untuk kebutuhan perancangan struktur beton dan baja.
  • Computer Aided Design (CAD) untuk kebutuhan perencanaan dan perancangan.
  • Sistem Informasi Geografis untuk kebutuhan analisis keuangan.
  • SPSS untuk kebutuhan analisis statistik dan peramalan.
  • Foxbase, Dbase, dan lain-lain untuk pengembangan basis data.
  • Software lain yang mendukung bidang Sipil .
Laboratorium Ilmu Ukur Tanah

Peralatan yang tersedia dapat digunakan untuk keperluan pengukuran lokasi pekerjaaan sipil antara lain pengukuran waterpassing, pengukuran poligon, pengukuran detail situasi dengan interpolasi dan eksplorasi.

Laboratorium Mekanika Tanah

Fasilitas yang tersedia dapat digunakan untuk melakukan uji laboratorium seperi kadar air, berat unit, berat jenis, analisa distribusi ukuran butir, tekan bebas, geser langsung, batas-batas konsistensi, pemadatan, permeabilitas, CBR, serta uji lapangan untuk memeriksa kepadatan (dengan sand cone dan core cutter), pemboran, dan uji penetrasi statis.

Laboratorium Bahan Bangunan

Didukung dengan peralatan untuk pengujian bahan konstruksi, antara lain : pengujian slump beton segar, kuat tekan beton dan kayu, berat jenis, kadar air dan susutan kayu serta kuat tarik baja.

Laboratorium Teknik Penyehatan

Dapat difungsikan untuk menguji kualitas maupun kuantitas air untuk penyediaan air bersih, instalasi pengolahan air bersih maupun pengujian tingkat pencemaran air dan penanganannya.

Laboratorium Jalan Raya

Fasilitas yang ada dapat dipakai untuk menguji material bahan jalan, aspal (kadar maupun penetrasi) serta untuk membuat rencana campuran perkerasan lapisan jalan.

Perpustakaan

Tersedia buku-buku pedoman (text book) untuk mendukung perkuliahan, serta jurnal dan majalah-majalah yang berkaitan dengan bidang Sipil, baik terbitan dalam negeri maupun dari luar negeri.

Ruang Studio

Ruang Studio direncanakan untuk mendukung materi kuliah perencanaan dan perancangan, khusus untuk tugas gambar.

Prospek Lulusan

Lulusan Teknik Sipil STTNAS dapat bekerja di seluruh departemen yang ada dan sektor swasta baik sebagai kontraktor maupun konsultan teknik, bahkan sampai ke sektor perbankan.

Insinyur Teknik Sipil mempunyai peran utama/pokok dalam perencanaan, perancangan dan pelaksanaan. Prasarana yang ditangani oleh insinyaur Sipil, antara lain: bangunan (perumahan, perkantoran, dan industri), bendung dengan jaringan irigasinya, transportasi (jalan, jembatan, pelabuhan, lapangan terbang), pengendalian sungai, terusan/kanal, terowongan, pengelolaan rawa, waduk (bendungan dan pusat pembangkit tenaga listrik), konstruksi lepas pantai, dll.

Teknik Sipil

  1. Ani Tjitra Handayani, ST.,MT. (Sistem Transportasi)
  2. Drs. H. Triwuryanto, MT. (Manajemen Konstruksi)
  3. Indra Gunawan, ST.,MT. (Analisi Struktur / Gempa)
  4. Ir. Lilik Karnaen, MT. (Manajemen Konstruksi)
  5. Ir. Sujendro, MT. (Hidro)
  6. Ir. Ircham, MT. (Sistem Transpotasi)
  7. Ir. Otto Santjoko, MT. (Sistem Transpotasi)
  8. Lilis Zulaicha, ST.,MT. (Struktur Baja)
  9. Retnowati Setioningsih, ST.,MT. (Struktur)
  10. Yohana Anta Yanuarti, ST.,MT. (Struktur)
  11. Andrea Sumarah Asih, ST.,M.Eng (Sumber Daya Air)
  12. Ir. Asharuddin (Hidro)
  13. Ir. Supatno (Hidrologi)
  14. Ir. Yoseph Ignatius Sigit Purwanto (Pengairan)
  15. Ir. Hartono WM (Mekanika Tanah)
  16. Ir. Ismanto  (Struktur Beton)
  17. Marwanto, ST. MT (Mekanika Tanah)
  18. Ridayati, S.Si (Matematika)
  19. Ir. Yulius Marzani, M.Si (Rekayasa Lingkungan/Kimia Teknik)


VISI, MISI  DAN  JURUSAN TEKNIK SIPIL

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA

 

VISI Jurusan Teknik Sipil STTNAS Yogyakarta

Jurusan Teknik Sipil STTNAS merupakan  salah satu jurusan Center of Exellence di bidang pendidikan tinggi keteknik-sipilan yang diakui oleh masyarakat dan komunitas intelektual nasional maupun internasional yang mempunyai serta menghasilkan masyarakat ilmiah yang mampu menguasai, mengembangkan, menyebarluaskan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni bagi masyarakat luas.

 

MISI Jurusan Teknik Sipil STTNAS Yogyakarta

  1. Melaksanakan dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keteknik-sipilan dalam rangka mendidik dan membangun serta memelihara integritas bangsa.
  2. Menyusun, melaksanakan serta meningkatkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik yang bersifat pengembangan maupun penerapan ilmu keteknik-sipilan yang inovatif, melalui penyelenggaraan pendidikan bertaraf internasional.
  3. Melaksanakan dan meningkatkan kualitas kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
  4. Mendayagunakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendidikan keteknik-sipilan yang modern, bersertifikasi serta berbasis teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan daya saing bangsa.

 

TUJUAN Jurusan Teknik Sipil STTNAS Yogyakarta

  1. Menghasilkan lulusan sarjana teknik sipil yang cakap, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian luhur, berakhlak mulia,  serta mampu bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  2. Menghasilkan lulusan sarjana teknik sipil yang mempunyai kompetensi ketrampilan intelektual dalam perancangan dan pelaksanaan bangunan keteknik-sipilan, serta mampu  menyebarluaskan IPTEKS dan mengupayakan penggunaannya guna meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.
  3. Menjalin hubungan kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi dalam dan luar negeri dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keteknik-sipilan.